بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
![]() |
| Sunflower Garden, Yamagata |
Assalamualai'kum WaRahmatullahi
WaBarakatuh.
Pernahkah kitani bersyukur dengan ‘jarak’? Bila bercakap
pasal jarak ani, macam ianya perkara yang general saja bunyinya. Jarak can be
dari segi masa ataupun tempat. Kenapa tiba-tiba blogger rasa kan cakap pasal
benda ani? Pasal satu perasaan yang namanya RINDU lerr.
Mengingatkan lagi saat-saat bila mana aku terbang ke Negeri
Matahari Terbit masa awal tahun ani. Perkara yang paling mendera emosi ialah
jarak tempat atu sendiri. *yalah selalunya clingy arah parents and siblings.
Uhuk-uhuk* Bila hidup tanpa orang-orang yang penting ani dekat di mata, Allah
saja yang tahu berapa kali air mata ani jatuh asal ujian menimpa. Tapi semua
ani, Alhamdulillah, mengajar diri ani untuk lebih independent and bijak
*perasan* dalam menghadapi life challenges ani. Rasanya tanpa jarak yang macam
ani, selamanya lah diri telampau depend arah orang. So embrace ‘ujian’ jarak
ani, kawan. :D
Another thing with berjauhan dari orang-orang yang terchenta
ani, is when kitani lihat alam sekeliling tani yang MasyaaAllah, maha indah
tapi inda mampu tunjukkan and share dengan dorang apa yang tani lihat. :'( Instaberat and muka buku sekalipun kalau di haplod gambar-gambar atu, indakan
sama dengan mata yang melihat secara ‘live’ ani kn? Ani lah antara ‘jarak’ yang
mendera tapikan not to worry. There are always reason to everything yang Allah
aturkan.
How do I ‘communicate’ bila berjauhan dengan keluarga? Jawapannya,
I don’t communicate at all and if ada pun hanya sepatah text and then tutup
balik waksep. Of course, cara ani berbeza mengikut individu lah. Tapi ever
heard this solution call Du’a? This is the easiest and effective by far. Teringat
soalan dari seorang ukhti masa ada jodoh berjumpa last time;
“So I bet you sometimes rasa rindu kan?,” tanya si ukhti
terchenta dengan senyuman lebar yang penuh makna.
“Tipu kalau sekiranya ana cakap inda,” jawabku.
“How do you deal with it, habibti?.”
“Duduk lama-lama arah sejadah. And let kerinduan settles. Let
Him hear me out.”
Konversasi ani sebenarnya panjang lagi. And the main topic
was actually rather daring. Hehe. *we'll see, if I am that rajin to write about that di post yang lain later* Alhamdulillah, dalam masa yang kira sesingkat cuma, dapat
sedikit mengubat kerinduan arah ukhti tersebut. In the end, my point is bila
Allah ciptakan jarak, know that doa atu mendekatkan. I tested this teori and
AllahuAkbar Alhamdulillah, inda lama kemudian adalah jantung hati yang bertanya
khabar.
How sweet is that? I mean instant reply from Him. So first thing we
should seek when we feel distant, is ask Allah to grant us calmness and keep
our love ones in His safe ‘hands’. This is the best solution that we as a
Muslim, should turn to first.
RrJ


0 comments:
Post a Comment