RSS

Monday, 5 December 2016

31 Days Of Gratitude #Day4

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Sunflower Garden, Yamagata

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

Pernahkah kitani bersyukur dengan ‘jarak’? Bila bercakap pasal jarak ani, macam ianya perkara yang general saja bunyinya. Jarak can be dari segi masa ataupun tempat. Kenapa tiba-tiba blogger rasa kan cakap pasal benda ani? Pasal satu perasaan yang namanya RINDU lerr.

Mengingatkan lagi saat-saat bila mana aku terbang ke Negeri Matahari Terbit masa awal tahun ani. Perkara yang paling mendera emosi ialah jarak tempat atu sendiri. *yalah selalunya clingy arah parents and siblings. Uhuk-uhuk* Bila hidup tanpa orang-orang yang penting ani dekat di mata, Allah saja yang tahu berapa kali air mata ani jatuh asal ujian menimpa. Tapi semua ani, Alhamdulillah, mengajar diri ani untuk lebih independent and bijak *perasan* dalam menghadapi life challenges ani. Rasanya tanpa jarak yang macam ani, selamanya lah diri telampau depend arah orang. So embrace ‘ujian’ jarak ani, kawan. :D

Another thing with berjauhan dari orang-orang yang terchenta ani, is when kitani lihat alam sekeliling tani yang MasyaaAllah, maha indah tapi inda mampu tunjukkan and share dengan dorang apa yang tani lihat. :'( Instaberat and muka buku sekalipun kalau di haplod gambar-gambar atu, indakan sama dengan mata yang melihat secara ‘live’ ani kn? Ani lah antara ‘jarak’ yang mendera tapikan not to worry. There are always reason to everything yang Allah aturkan.

How do I ‘communicate’ bila berjauhan dengan keluarga? Jawapannya, I don’t communicate at all and if ada pun hanya sepatah text and then tutup balik waksep. Of course, cara ani berbeza mengikut individu lah. Tapi ever heard this solution call Du’a? This is the easiest and effective by far. Teringat soalan dari seorang ukhti masa ada jodoh berjumpa last time;

“So I bet you sometimes rasa rindu kan?,” tanya si ukhti terchenta dengan senyuman lebar yang penuh makna.

“Tipu kalau sekiranya ana cakap inda,” jawabku.

“How do you deal with it, habibti?.”

“Duduk lama-lama arah sejadah. And let kerinduan settles. Let Him hear me out.”

Konversasi ani sebenarnya panjang lagi. And the main topic was actually rather daring. Hehe. *we'll see, if I am that rajin to write about that di post yang lain later* Alhamdulillah, dalam masa yang kira sesingkat cuma, dapat sedikit mengubat kerinduan arah ukhti tersebut. In the end, my point is bila Allah ciptakan jarak, know that doa atu mendekatkan. I tested this teori and AllahuAkbar Alhamdulillah, inda lama kemudian adalah jantung hati yang bertanya khabar. 

How sweet is that? I mean instant reply from Him. So first thing we should seek when we feel distant, is ask Allah to grant us calmness and keep our love ones in His safe ‘hands’. This is the best solution that we as a Muslim, should turn to first.

RrJ


0 comments:

Post a Comment