RSS

Tuesday, 20 December 2016

31 Days Of Gratitude #Day16

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

Apakah bentuk udara kitani? Cemana usul hidung or mata or mulut udara kitani? Apa rasanya kalau kitani shake hands with udara? Is it sejuk? Is it panas? Wait, na kan na tau apa udara? Udara as in air~ Yep, that one; awda sangat betul sekali. Udara medium kitani untuk breathing yang consists of nitrogen, oksigen, carbon dioxide and bermcm-mcm lemon lagi. Rasanya kalau nada udara ani, cemanalah rasanya diri kitani, rasa seperti hidup di bulan kali ah, terapung-apung di alam vakuum~ entah indah apa tidak itu.

Alhamdulillah~ He created the air dengan bentuk amat-amat kecil and tidak nampak oleh mata zahirnya. Sekiranya udara atu besar, tersumbat kali hidung kitani. Dengan zahirnya yang kitani inda boleh pigang tapi kitani tau udara atu tetap ada di sini. Udara yang laju is the angin. I love the existence of angin especially bila ianya di tepi pantai! Damai gitu.

“Allah jualah yang menghantarkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan; kemudian Allah menyebarkan awan itu di langit sebagaimana yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya berkelompok-kelompok; lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya. Maka apabila Allah menurunkan hujan itu mengenai sesiapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya, mereka serta-merta bergembira.” (30:48)

What else yang intangible ani? Emosi kitani. They are intangible tapi kitani tau, we were created with emotional components yang make up our complexions, actions and body language. I realised when I was angry and then kemarahan atu sudah reda, ada rasa regret yang melampau pasal belum tahap ultra lagi cara menahan kemarahan. *ish-ish, anikah generasi berwawasan?* Masa cemani lah diri rasa guilty yang melampau, rasanya macam kan di ambil rasa marah atu and then humban jauh-jauh ke lautan pasifik, biar marah atu kena makan oleh haiwan lautan yang payah-payahan mencari makanan. Ngeh, if only it is as simple as that.

AllahuAkbar, kenapa Allah buatkan kitani inda dapat sentuh perasaan kitani pakai tangan? Ini lah reason-nya yang blogger buat di atas. Senang tia kitani humban ke laut tanpa me-muhasabah. And then confirm tia banyak pencemaran laut olehnya. Yalah, ramai manusia di dunia ani, stress, marah, sedih, pilu; since it is so easy to throw this negative feelings, they just leave it berkumpul di lautan sana. Bukannya kan bagi makan arah ikan, tapi terluan banyak sampai ianya mudharat tah pulang. *maapkan blogger atas imaginasi level genius ani. Uhuk-uhuk*

Mukhalafatuhu lilhawaditsi sifat Allah yang ke-4. Walaupun tanpa mengenali wajah apatah lagi knowing the fact that He is not the same dengan segala sesuatu; still kitani tahu kewujudan Allah. Not knowing wajah kekasih hati mana menghalang kitani untuk menchentai, right? Pasal chenta atu sendiri bukan berwajah! And then, this actually kan ajar kitani, bila sayang sesuatu, jangan lihat zahirnya. Aiseh, entah falsafah dari mana kah ini. In addition, kitani ummat under generasi Rasulullah yang inda sempat pun melihat nabi. Still, ada rasa sayang for our beloved Prophet Muhammad . *kan buat banyak pasal ani… tapi if buat now, macam inda ngam dengan tajuk… oh well. Anticipate lah saja untuk the future posts. Hehe. *biar rasa saspen, biar*

#Day16 #tiadaWajah #tetapSyukur


RrJ

0 comments:

Post a Comment