بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamualai'kum WaRahmatullahi
WaBarakatuh.
Apakah bentuk udara kitani? Cemana
usul hidung or mata or mulut udara kitani? Apa rasanya kalau kitani shake hands
with udara? Is it sejuk? Is it panas? Wait, na kan na tau apa udara? Udara as
in air~ Yep, that one; awda sangat betul sekali. Udara medium kitani untuk
breathing yang consists of nitrogen, oksigen, carbon dioxide and bermcm-mcm
lemon lagi. Rasanya kalau nada udara ani, cemanalah rasanya diri kitani, rasa
seperti hidup di bulan kali ah, terapung-apung di alam vakuum~ entah indah apa
tidak itu.
Alhamdulillah~ He created the air
dengan bentuk amat-amat kecil and tidak nampak oleh mata zahirnya. Sekiranya udara
atu besar, tersumbat kali hidung kitani. Dengan zahirnya yang kitani inda boleh
pigang tapi kitani tau udara atu tetap ada di sini. Udara yang laju is the
angin. I love the existence of angin especially bila ianya di tepi pantai! Damai
gitu.
“Allah
jualah yang menghantarkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan; kemudian Allah
menyebarkan awan itu di langit sebagaimana yang dikehendaki-Nya, dan
menjadikannya berkelompok-kelompok; lalu engkau melihat hujan keluar dari
celah-celahnya. Maka apabila Allah menurunkan hujan itu mengenai sesiapa yang
dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya, mereka serta-merta bergembira.” (30:48)
What else yang intangible ani? Emosi
kitani. They are intangible tapi kitani tau, we were created with emotional
components yang make up our complexions, actions and body language. I realised
when I was angry and then kemarahan atu sudah reda, ada rasa regret yang
melampau pasal belum tahap ultra lagi cara menahan kemarahan. *ish-ish, anikah
generasi berwawasan?* Masa cemani lah diri rasa guilty yang melampau, rasanya
macam kan di ambil rasa marah atu and then humban jauh-jauh ke lautan pasifik,
biar marah atu kena makan oleh haiwan lautan yang payah-payahan mencari
makanan. Ngeh, if only it is as simple as that.
AllahuAkbar, kenapa Allah buatkan
kitani inda dapat sentuh perasaan kitani pakai tangan? Ini lah reason-nya yang
blogger buat di atas. Senang tia kitani humban ke laut tanpa me-muhasabah. And then
confirm tia banyak pencemaran laut olehnya. Yalah, ramai manusia di dunia ani,
stress, marah, sedih, pilu; since it is so easy to throw this negative
feelings, they just leave it berkumpul di lautan sana. Bukannya kan bagi makan
arah ikan, tapi terluan banyak sampai ianya mudharat tah pulang. *maapkan
blogger atas imaginasi level genius ani. Uhuk-uhuk*
Mukhalafatuhu lilhawaditsi sifat
Allah yang ke-4. Walaupun tanpa mengenali wajah apatah lagi knowing the fact
that He is not the same dengan segala sesuatu; still kitani tahu kewujudan Allah.
Not knowing wajah kekasih hati mana menghalang kitani untuk menchentai, right? Pasal
chenta atu sendiri bukan berwajah! And then, this actually kan ajar kitani,
bila sayang sesuatu, jangan lihat zahirnya. Aiseh, entah falsafah dari mana kah
ini. In addition, kitani ummat under generasi Rasulullah ﷺ yang inda sempat
pun melihat nabi. Still, ada rasa sayang for our beloved Prophet Muhammad ﷺ. *kan buat
banyak pasal ani… tapi if buat now, macam inda ngam dengan tajuk… oh well. Anticipate
lah saja untuk the future posts. Hehe. *biar rasa saspen, biar*
#Day16 #tiadaWajah #tetapSyukur
RrJ

0 comments:
Post a Comment