بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamualai'kum WaRahmatullahi
WaBarakatuh.
Hari ani, adalah ku membaca satu article pasal ‘Sedih itu
dari Allah jua’. Kenapa aku terkesan banar dengan artikel atu? First thing
first, kitani hidup inda selamanya gembira and inda selamanya berduka. Allah
sudah aturkan semuanya for us.
Dalam kitab tani, sudah Allah simpan, “Aha! Hari ni hamba ku
yang satu ani, gembira… adakah ia akan bersyukur or kufur pada-Ku” “Hari ani, Ku
tuliskan kecewa, apa dibuatnya ni. Adakah ia akan memohon dari Aku atau dari
makhluk lain?” And semuanya ani bersebab and dari sini lah kitani will gain
pengalaman.
And rasa sedih kalau kitani lihatlah, secara lebih mendalam,
why kitani perlu merasa sedih? Selalunya kata orang ‘karma’ tapi dalam Islam we
call it ‘kifarah’ penghapus dosa. If we think about it, kitani ani indakan
lepas dari melakukan kesilapan so kesedihan atu kadang-kadang adalah sebagai
satu vector untuk menghapuskan dosa kitani.
On the other hand, some ujian yang
Allah bagi arah kitani ada yang berbentuk kesedihan, kekecewaan. And we know
apa purpose ujian; untuk menguji sekuat mana keimanan kitani. Level ujian
depends on kekuatan iman seorang hamba. Aww~ Alhamdulillah~
Remember! Allah indakan sekali-kali bagi tani ujian yang
kitani inda mampu kan pikul. The hardest hardship is for His strongest soldier!
So bila kitani sedih dengan His test, know that He gave it to us because He
knew that we were able to go through it. I came across this aya~h and rasa
terharu tiba-tiba;
“Dan bahawa sesungguhnya, Dia lah
yang menyebabkan (seseorang itu bergembira) tertawa, dan menyebabkan (seseorang
itu berdukacita) menangis.” (53:43)
Sedih, hepi, suka, duka… Allah lets us feel all of this so
that we grow, so that we level up, In shaa Allah. So don’t despair, kawan. He
can turn things around if we depend on Him always. So senyum~
#Day3 #Growth #SedihKajapSajaTuu #MuscleUp
P.s. Jangka hayatnya ada dua posts lah ni nanti. :') Maaf yang teramat.
RrJ

0 comments:
Post a Comment