RSS

Saturday, 31 December 2016

31 Days Of Gratitude #Day31

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

Orite~ memang barangkali banyak sudah orang countdown to 2017 kan? Semangat nya aa~ Kan melangkah ke tahun baru ani blogger rasa macam berat hati sedikit. Pasal apa? Because blogger terasa betapa futur-nya diri ini pada tahun ani. Ya Rabbi, malu rasanya. Malu.

So here I am contemplating on my life, thinking what I should do in order to pay back all those lost hours of doing unproductive things. In the end, buntu. Telajak bagi air masa menjarang nasi boleh lagi jadi bubur and dapat di makan, telajak over buang masa? Macamana kan undur balik? Aduh duh duh duh duh duh duh~

Yes, if you get it now… it’s nikmat yang satu ani. Nikmat masa. Alhamdulillah wa Syukurillah. Despite trolling saja blogger tau, blogger amatlah aware yang masa ani adalah elemen yang sering menjadi topik perbualan utama. Even post-post before this, ada blogger cakap pasal masa. Tapi apparently, blogger masih belum berapakan maju bab ani. In shaa Allah, akan cuba terus maju ke depan dan lebih menghargai masa yang Allah pinjamkan ani. May Allah ease this for me. Aamiin.

Banyak lah memori tahun ani yang membuatkan masa atu rasanya macam bergerak laju sekali. Ani membuatkan aku teringatkan quote yang kira-kira berbunyi, “Kalau time hepi-hepi, laju jer masa tu tapi bila dah tengah sedih, rasa macam lama sangat. Berkurun!” Inda dinafikan kalau time kitani sedih, mau rasanya the pain to go away fast. 

Alhamdulillah ‘alaa kulli haal, until today, penghujung 2016 ani, mampu masih bibir kitani mengukir senyuman, right? It shows that kitani mampu tempohi onak ranjau berduri. Kitani sebenarnya sudah menjadi manusia ultra, sahabat! It’s okay, if it takes time to be strong… napapa. Napapa. I assure you, it’s fine. *thumbs up*

Just asking para pembaca yang setia mengikuti catatan-catatan blogger ani, *ngeh, if ada lah. If nada, isokay.* *lap air mata pakai tuala pelap meja and then perah arah sink**just kidding, jangan kecam. Uhuk-uhuk* how was your 2016? Ada menyahut apa-apa cabaran yang inda disangka-sangka, berjaya di lepasi? Or do something yang supposedly outside our ability but Alhamdulillah Allah mudahkan semuanya? Mudah-mudahan whatever yang kitani dapat tahun ani dapat menjadi pemangkin semangat kitani untuk naik another level lagi di tahun 2017.

Ooo, aku sendiri inda tahu apa yang kan di expect pada tahun baru ani. Pantas rasanya masa atu sampaikan rasanya macam inda sempat blogger ani kan pejam mata. AllahuAkbar. May Allah give me guidance to cherish my precious time masa tahun 2017 ani. Aamiin, Yaa Rabb.
Last but not least, apa azam 2017? Apa-apa pun, niatkan untuk Dia, ya. *wink*

#Day31 #anotherEndingToANewBeginning


RrJ

Friday, 30 December 2016

31 Days Of Gratitude #Day30

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.


Alhamdulillah thumma Alhamdulillah... If we jumpa dengan orang yang kitani connected by heart, mohon hargailah. Jangan lepaskan dorang, kawan. Mereka ani one in a million! Buat dia, Jzkk. 

#Day30 #heartsSpeakOneLanguage

RrJ

31 Days Of Gratitude #Day29

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamu'alaikum WaRahmatullahi WaBarakatuh.



Yup, kan menginjak ke tahun 2017 ani, ingin rasanya blogger kan cakap arah diri sendiri dan para pemirsa sekalian, JANGAN GIVE UP, OKAY! Even satu dunia menuding jari marah pasal kitani buat benda yang betul, jangan goyah! Allah is near. He will hold our hand and know that what matters is His pleasure~~~ 

#Day29 #chillKawan #DiaTahu #DiaTolong #Dongibap

RrJ

31 Days Of Gratitude #Day28

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.


Ingin blogger ingati diri sendiri dan semua rakan taulan yang sangat ku qasehi, no matter what happen, please remember to smile! Don't you know yang sebenarnya senyum itu satu kekuatan yang Allah bagi? Alhamdulillah, diri ani masih mampu senyum. And jua... Senyum atu sedekah~~ pahala sedekah sudah Allah cakap, lumayan, kawan!!

#Day28 #senyumManithPlease

RrJ

Tuesday, 27 December 2016

31 Days Of Gratitude #Day27

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.



Yang ani, serius straight to kokoro. It makes me wonder, am I always grateful to Him? Belum cukup, RrJ. Belum. 

#Day27 #koreksiDiri #tundukMalu

RrJ

Monday, 26 December 2016

31 Days Of Gratitude #Day26

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

Haa! Haa! Bintang! This time blogger kan cakap pasal benda manith ani and yang sewaktu dengannya. Hehehe. AllahuAkbar, AllahuAkbar, AllahuAkbar. Of all creations yang manith-manith di dunia ani, confirm ada one yang paling membagi impak arah each one of us kan? Like personally, blogger sangat mengkagumi bintang dan ingin membesar menjadi bintang~ *Kohkohkoh. Merepek lagi*

Bintang… Teringat lah dulu masa I was young, secara tapok-tapok blogger selalu buka tingkap di bilik belajar *pasal my babah forbid me to kacau the tingkap actually, takut penyengat masuk, kali. I don’t know* just to see ada kelip-kelip di waktu malam. Dulu sempat lah jua confuse, which one is firefly and which one is star.*blame it on my noob-ness on the existence of this magnificent thing called ‘The Internet’* Pelik tapi makin lama direnung kelip-kelip yang contrast dengan langit yang sudah gelap atu makin lebar senyuman ani. Yalah, I thought  they were the prettiest thing that I’ve ever seen and in fact until today, still rasa happy kalau lihat the bintangs kelip-kelip di atas sana.

I could spend all night before I went to bed thinking about how beautiful the stars were. Until today, sometimes I still do. And of course, banyak lagi benda yang mengagumkan like the moon! Tapikan kenapa bintang ani membagi impak banar-banar?

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang(di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya).” (15:16)

Serious, blogger sendiri pun inda tahu. Tapi Alhamdulillah thumma Alhamdulillah, through the stars, I know it is one of the way Allah kan cheer myself up. Yalah, He knows I love looking at the stars, that’s why He make it so as if the stars are talking to me walaupun it is just kelip-kelip.

I bet everyone would have the same experience on the things yang dorang kagum everytime dorang lihat, right? Be grateful to Him cause it is a sign yang He is near and always be here to protect and love us with His unconditional love. Subhanallah, Walhamdulillah, Wa Laa Ilaa Ha Ilallah, AllahuAkbar…

#Day26 #bintangILoveYou #manithKauItu


RrJ

31 Days Of Gratitude #Day25

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.



Alhamdulillah, Allah still give us time to live and repent. Malu rasanya bila diri ani tetap jua bertahan arah satu place tanpa buat apa-apa. What should we do then? Jangan lepaskan peluang to always turn to Him. I know kadang-kadang kitani jatuh tapi never let go of our faith... it is our rope to Him, always...

#Day25 #malu #kepadaNya #selagiBernafas

RrJ


31 Days Of Gratitude #Day24

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.


Yup-yup. Memang inda dinafikan, selagi kitani punya hati, selagi atu kitani tetap ada 'rasa'. It's the matter of how do we deal with this feelings. I believe in this, "Selagi niat tani baik, Allah pasti kan permudahkan segalanya. Cuma bahagian kitani is doa and usaha..."

#Day24 #fitrah #inTheRoadToHalal

RrJ

31 Days Of Gratitude #Day23

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.



A reminder to myself. Umpama musafir yang singgah sementara saja di dunia ani. AllahuAkbar...

#Day23 #duniaPersinggahan #akhiratMenanti

RrJ

31 Days Of Gratitude #Day22

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.



#Day22 #fighter #beStrong

RrJ

31 Days Of Gratitude #Day21

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

Astaghfirullahal’adzhiim. Blogger inda sedar banyak amat post-post yang tertunggak. In shaa Allah, will try to finish these hash tags this year. Ooouu yeah~~

Ever feel like, kitani macam rasa diri kitani inda enough? Like every time; the way we talk, the way we eat, the way we walk or the way we snore kena pertikaikan? *eseh, today, blogger kan bagi kata-kata motivasi sikit.* Starting today, remember apa blogger kan say; “PEDULIKANLAH APA ORANG KAN CAKAP. DORANG JELES BAH TUU~

Serious, kawan. I believe we sometimes kurang bersyukur dengan apa adanya kita. Kitani terlalu memikirkan apa yang orang lain kan label kitani sampaikan kitani lupa cemana kan jadi diri kitani yang sebenar. “Kun anta!” *Ehe, ciplak siket dari lagu* Jadilah diri sendiri, pasal siapa lagi kan jadi diri kitani ani kalau bukan kitani sendiri kan?

Ada Al-akh yang kuat trolling dalam usratii yang terchenta, ea ani tersangatlah positif and his positive-ness ani tersebar keseluruh isi rumah yang inda berapa indah pada zahirnya. Everytime he tryna joke on something yang sounds lame, he always says; “Confident! Penuh keyakinan!” or “Apa-apa ani, jangan kurang keyakinan!” AllahuAkbar. I admire his guts.

Alhamdulillah, with keyakinan yang jitu, barulah, in shaa Allah; kitani bisa melakukan hal-hal yang pada awalnya rasa macam inda larat kan dibuat and rasa macam ada some kind of a ‘push’ to do something. I guess, it’s all about our mindset, if we tell ourselves that we can do it, in shaa Allah, we can do it. Jangan kurang mencuba lah jua. A reminder to blogger jua. Ngehehehe.

In addition, bila kitani ada confidence, in shaa Allah, kitani dapat ignore suara-suara sumbang yang selalu kompelayn pasal rasa ketidak-puas-hatian mereka terhadap diri kitani. Tak de salahnye nak jadi diri sendiri asalkan still tak melarang hukum-hakam syar’ie. I am not saying that we should ignore kalau ada komen yang sadis tapi membangun. Kitani mesti pandai pilih mana satu kata-kata orang yang boleh dijadikan panduan untuk our self-improvements and yang mana satu kata-kata orang yang jenis merapu saja. So chill.

Isokay, orang lain tidak hidup dalam kehidupan yang kitani lalui. It’s our decision to be ourselves and to love ourselves. Siapa lagi kan sayang arah diri kitani kalau bukan kitani sendiri, right? Kalau inda pandai sayang diri sendiri, how do we expect that other people can love us the way we are and/or for our own worth? Plus, kalau kitani inda sayang diri sendiri, rasanya pandaikah kitani untuk sayang orang lain? A question to ponder upon, aye…

#Day21 #confidence


RrJ

31 Days Of Gratitude #Day20

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.


This is the most romantic thing yang orang lain buat untuk kitani. But yang lebih cweet lagi bila kitani pray untuk orang lain jua. But remember, always sedekahkan Al-Fatihah to all yang kitani sayang, rindu, chenta and MasyaaAllah, laternya, confirm kitani rasa lapang di dada tani... pasal Allah tahu and dengar semuanya...

#Day20 #doaBahasaChenta 

RrJ


31 Days Of Gratitude #Day19

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.



Alhamdulillah, well said. Hidup ani luas mata memandang. Kadang ada ombak rindu, ada puting beliung taufan tapi tahulah yang there are always angin and ketenangan bila mana kitani tahu apa macam mana kan appreciate these beauty. Kalau nadalah component-components ani, rasanya adakah inda kapal yang dapat sampai ke destinasi nya?

#Day19 #hidupBagaiLautan #isokay 

RrJ

31 Days Of Gratitude #Day18

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

In shaa Allah, few posts are just picture quotes. Yes, these quotes are actually sebagai reminder to blogger lah jua. 


Yup, there are definitely reasons kenapa kita kehilangan and pastinya Allah kan janjikan suatu kesudahan yang baik andai saja kitani tetap teguh menadah kesyukuran kitani pada-Nya. Chill wahai hati-hati yang merasa kehilangan... In shaa Allah, all iz well *ehehehehe*

#Day18 #lostIsFound 

RrJ

Friday, 23 December 2016

31 Days Of Gratitude #Day17

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

Alhamdulillah, sepanjang kehidupan blogger, yang kan mencecah se-per-empat abad ani, adalah few times jasad ani terbang jauh melawan arus bayu petang tanah air.*luan bah kan besastera ah* Kalau diikutkan, indakan puas rasanya menikmati semua atu pasal cuma sedikit inda sampai 1% dunia ani diterokai. Keinginan yang membuak-buak untuk lari dari realiti tiba-tiba timbul hari ani. Kohkohkoh. *yalah, blogger baru perasan. Inda lagi lama kan bulan Januari*

The good thing about travelling is that you get to see things that you’ve never expected to see. Alhamdulillah, few months of being away from home taught me many valuable lessons. Starting from being shocked about how big a town is *bila aku start bandingkan dengan Bandar Tutong or BSB dengan place tempat aku stay dulu, berganda jauh beza makna ‘town’ di sini* to a simplest thing like lagu “sakana sakana sakana, sakana o motteru to/no?” (lirik?) lagu pasal ikan di supermarket yang menyebabkan almost every day kan bali seafood saja *masa atu susah jua lah kan cari makanan halal so to compensate, for few months, I had to be a seafood-arians*

And next time, if I were to be asked whether mau travelling lagi or not. I would say, “YES. YES. YES. PLEASE!” This is when kitani dapat challenge ourselves living outside our comfort zone. Cabaran lah tuu. Travelling bukan setakat kan mau shopping saja tapi yang penting di sini, mentadabbur alam. Merenung kuasa Ilahi disetiap pelusuk dunia. MasyaaAllah! There are a lot of refleksi sorga di dunia ani and of course the real ones ‘there’ would be thousands and more times chantek dari yang kitani nampak now.

Another question; would you rather go alone or with a group of people? Define people. Ikutkan jiwa raga, adakalanya kan mau try travelling alone tapi inda manith andai kata inda berteman. But if I were to travel again, my priority will always be with my ultra-family. Unless there are circumstances yang menghalang saya untuk berbuat demikian, ya enggak papa sih. Pokoknya, pemandangan yang indah itu, ingin ku abadikan dengan mereka-mereka yang ada di relung hati ku. Yang level buah hati intan payung permata emas termasuk lah tuu dalam list. *ahai, cheesy*

“… when you get somewhere, you will be in better position to decide what you want.” -Mufti Ismail Menk

I agree with this quote. Walaupun inda berapa masyuk dengan isi. Well, bila jua blogger ani inda melencong kalau menaip post. Ngehehe. Bila kitani sudah berada di sesuatu tempat atu baru lah kitani dapat buat keputusan kadang-kadang. If selamanya kitani berada di satu tempat, fikiran kitani indakan bisa berkembang pasal kitani sendiri inda expose pada dunia luar. Be open- minded but with respect to hukum syarak lah, kawan…

#Day17 #travel2live #familymoon

RrJ


Tuesday, 20 December 2016

31 Days Of Gratitude #Day16

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

Apakah bentuk udara kitani? Cemana usul hidung or mata or mulut udara kitani? Apa rasanya kalau kitani shake hands with udara? Is it sejuk? Is it panas? Wait, na kan na tau apa udara? Udara as in air~ Yep, that one; awda sangat betul sekali. Udara medium kitani untuk breathing yang consists of nitrogen, oksigen, carbon dioxide and bermcm-mcm lemon lagi. Rasanya kalau nada udara ani, cemanalah rasanya diri kitani, rasa seperti hidup di bulan kali ah, terapung-apung di alam vakuum~ entah indah apa tidak itu.

Alhamdulillah~ He created the air dengan bentuk amat-amat kecil and tidak nampak oleh mata zahirnya. Sekiranya udara atu besar, tersumbat kali hidung kitani. Dengan zahirnya yang kitani inda boleh pigang tapi kitani tau udara atu tetap ada di sini. Udara yang laju is the angin. I love the existence of angin especially bila ianya di tepi pantai! Damai gitu.

“Allah jualah yang menghantarkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan; kemudian Allah menyebarkan awan itu di langit sebagaimana yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya berkelompok-kelompok; lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya. Maka apabila Allah menurunkan hujan itu mengenai sesiapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya, mereka serta-merta bergembira.” (30:48)

What else yang intangible ani? Emosi kitani. They are intangible tapi kitani tau, we were created with emotional components yang make up our complexions, actions and body language. I realised when I was angry and then kemarahan atu sudah reda, ada rasa regret yang melampau pasal belum tahap ultra lagi cara menahan kemarahan. *ish-ish, anikah generasi berwawasan?* Masa cemani lah diri rasa guilty yang melampau, rasanya macam kan di ambil rasa marah atu and then humban jauh-jauh ke lautan pasifik, biar marah atu kena makan oleh haiwan lautan yang payah-payahan mencari makanan. Ngeh, if only it is as simple as that.

AllahuAkbar, kenapa Allah buatkan kitani inda dapat sentuh perasaan kitani pakai tangan? Ini lah reason-nya yang blogger buat di atas. Senang tia kitani humban ke laut tanpa me-muhasabah. And then confirm tia banyak pencemaran laut olehnya. Yalah, ramai manusia di dunia ani, stress, marah, sedih, pilu; since it is so easy to throw this negative feelings, they just leave it berkumpul di lautan sana. Bukannya kan bagi makan arah ikan, tapi terluan banyak sampai ianya mudharat tah pulang. *maapkan blogger atas imaginasi level genius ani. Uhuk-uhuk*

Mukhalafatuhu lilhawaditsi sifat Allah yang ke-4. Walaupun tanpa mengenali wajah apatah lagi knowing the fact that He is not the same dengan segala sesuatu; still kitani tahu kewujudan Allah. Not knowing wajah kekasih hati mana menghalang kitani untuk menchentai, right? Pasal chenta atu sendiri bukan berwajah! And then, this actually kan ajar kitani, bila sayang sesuatu, jangan lihat zahirnya. Aiseh, entah falsafah dari mana kah ini. In addition, kitani ummat under generasi Rasulullah yang inda sempat pun melihat nabi. Still, ada rasa sayang for our beloved Prophet Muhammad . *kan buat banyak pasal ani… tapi if buat now, macam inda ngam dengan tajuk… oh well. Anticipate lah saja untuk the future posts. Hehe. *biar rasa saspen, biar*

#Day16 #tiadaWajah #tetapSyukur


RrJ

Monday, 19 December 2016

31 Days Of Gratitude #Day15

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.


Remember when I talked about being kind? Again, ternampak quote ani~ AllahuAkbar...


Photo credit to owner.

#Day15 #nakJadiBaik #takPayahGunaDuit #freeOfChargeKot

RrJ

31 Days Of Gratitude #Day14

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.


This post, kan sharing this picture...


Photo credits to owner

#Day14 #MakeOurHeartsYourPleasure

RrJ

31 Days Of Gratitude #Day13

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

Guess what, blogger baru je naik speed boat ari tu. Yela~ nak gi beriadah ngan Ultra-siblings kat pekan lah katakan. Kononnya~ *Hampeh, slanga mother tongue aku XD* angin yang inda berapa kan sepoi-sepoi bahasa lah yang menampar muka ani as the speed boat atu meluncur laju di laluan ayer yang lurus. Percikan air ala-ala kristal pasal kana pancaran sinar matahari di pagi yang AllahuAkbar itu, manith amat jiwa merasa.

Walaupun bunyi macam merepek, Alhamdulillah, semua yang ku nyatakan di atas atu lah yang ku rasakan semasa naik speed boat. MasyaaAllah, the scenery was beautiful but scary. Apsal plak scary nye, blogger ooii? Kerana kaki ani lebih kenal tanah daripada ayer lautan. Kaki ani rasa lebih yakin and tenang bila tapaknya bertemu dengan tanah daripada lantai speed boat yang telah diketahui boat tersebut sudah lama berasosiasi (trans: Association) dengan air lautan tersebut. Hehehehe.

I came across this quote dari enonimus;

“Understand the value of every moment. You are only born with a number of breaths. Make every breath count.”

Just saying, bangkitlah kawan. Live your life to the fullest. Tapi jangan lah melanggar batas-batasan syarak. Try something new especially things yang membuatkan kitani merenung kemanisan alam. Kadang-kadang even if duduk arah halaman rumah tani sambil merasai angin luar pun sudah rasa tenang. Tapi jangan lah tym-tym chill atu kitani fikirkan masalah duniawi, cuba fokus energi kitani arah bunyi angin. I’m sure, ada bisikan chenta dari Dia di sana. Yalah, ketenangan itu kan milik-Nya.

#Day13 #motherNature


RrJ

Friday, 16 December 2016

31 Days Of Gratitude #Day12

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

The power of kindness. Right, today, I am so going to write about being ‘kind’. Menjadi seorang yang baik bukanlah satu pekerjaan yang mudah. But that doesn’t mean it is impossible to be one. *wink* “Heh, walaupun mulut ku ani laser aa, tapi mana kau tau hati ku ani baik.” Anilah ayat yang macam cliché sudah blogger dengar.

Firstly, yes, patik inda kan mungkin dapat menilai sama ada hati seseorang ani baik kah inda pasal, just in case para pembaca inda tahu, blogger ani bukan psychic atau manusia magika yang ada mata x-ray; then dapat mengenalpasti seseorang atu hati baik or not. Secondly, pasti kah, kalau mulut laser ani hati inda laser jua? I wonder about that too.

Dari Anas bin Malik r.a., Rasulullah bersabda:
“Tidaklah lurus iman seseorang hamba hingga lurus hatinya, dan tak akan lurus hati seorang hamba hingga lurus lisannya.” – (HR Ahmad)

Kalau difikirkan secara logik, seorang yang hatinya baik indakan mudah mengeluarkan kata-kata kesat. Mungkin ada kalanya ea akan tersasul tapi laju-laju ea beristighfar.

Back to the main point lah, kata-kata yang manith didengar ani adalah satu sedekah. AllahuAkbar, I met few people who made my day with their kata-kata. Alhamdulillah. Hanya Allah saja yang dapat membalas jasa and budi bicara kalian. Bila kita bercakap yang baik-baik arah orang, inda semena-mena, orang atu akan rasa hepi. Sometimes, kitani inda tau whether orang atu had a bad day, and the last thing ea kan dengar is bad words. So make sure that every time we talk, mesti penoh kelembutan dan kalau boleh hindari dari cakap benda-benda yang negatif. Ani sebagai peringatan lah jua arah diri yang kadang-kadang poyo ani. Hehehe.

It is not hard to be kind. Why not kitani start dengan cara percakapan kitani? Like we start talking dengan lemah lembut gemalai tari arah parents kitani~ In shaa Allah, if we practice enough senang tuu~ then try dengan siblings and then kawan-kawan and etc.

Try lah… we don’t lose anything if we try to be kind. Senyum~~

#Day12 #janganCakapBadword #epp #no


RrJ

Thursday, 15 December 2016

31 Days Of Gratitude #Day11

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

Sekadar perkongsian and renungan bersama. Alhamdulillah, kitani dilahirkan cukup tanpa cacat celanya. And Allah pinjamkan kitani akal fikiran yang waras and also hati… and thus this picture speaks everything yang aku kan sampaikan today~




#Day11 #akalVsEmosi #merekaKembarTapiTakSerupa

RrJ



Wednesday, 14 December 2016

31 Days Of Gratitude #Day10

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

Alhamdulillah ‘alaa kulli haal. Adalah one point dalam kehidupan blogger (this year) where bahu ani rasa kan runtuh *mind my tatabahasa. Ehe* pasal inda larat lagi mengangkut keberatan trial, apa lagi ianya menyebabkan diri mula rasa ‘lelah’ in a shattered way. *eseh* And I realised one thing, we are most creative bila kitani in a broken state! Bukanlah saying that, my poem becomes much melodious bila sedang makan hati berulam jantung. Hahaha. What I am trying to say is that, musim-musim cematu lah, tiba-tiba banyak ilham kan buat puisi. Haish.

“Nak tahu apa itu lelah,
Lelah itu apabila sudah rasa malas.
Lelah itu apabila sudah rasa diri tidak diperlukan.
Lelah itu apabila sudah letih merindu.
Lelah itu apabila sudah lemah untuk mencinta.
Lelah itu apabila kaki lesu merangkak.
Lelah itu apabila bulan tidak lagi menggambar dia.
Lelah itu apabila semua jadi gelap gelita…” (RrJ, Oktober 2016)

Walaubagaimanapun disebalik kelelahan tersebut *aik, chanteknya bahasa, XD* barulah I guess, diri ani mula kan membuat equations and investigations terhadap diri sendiri; ‘what made me this way?’ lah the main question.  Maybe during those times, kebergantungan yang melampau terhadap satu insan menyebabkan Dia send me few people along into my road. And what these people did, blew my mind. AllahuAkbar. Took me weeks to think about it.

Allah said, jangan berharap pada manusia cause we are makhluk lemah. Ada kekuatan yang sedikit ani pun pasal Allah pinjamkan. Alhamdulillah, it was then I run back to catch His signals. Orang selalu cakap “Kau ingat nak sabar ni senang ke? Easier said than done, beb.” I know, I know. That’s why, kitani mesti selalu cek, koreksi diri. Tasydid niat. Manalah tau, one of the reasons why it is hard for us sometimes is because maybe we are getting far from Him already. Nauzubillahi min dzaalik.

#Day10 #uratDawaiTulangBesi #tapiHatiMacamKapas #saboJeLaa

P.s. Ngeh, mind the puisi. XD


RrJ

Monday, 12 December 2016

31 Days Of Gratitude #Day9

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.


Salam Maulidurrasul~~~ Allahumma Solli ‘Alaa Sayyidina Muhammad wa ‘alaa aalihi wa sohbihi wa sallim. Alhamdulillah, masih lagi kitani diberi peluang untuk tetap breathing pada hari lahir kekasih junjungan kitani; Rasulullah . What’s amazing about today is the fact that today is Monday!

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya berselawat (memberi segala penghormatan dan kebaikan) kepada Nabi (Muhammad ); wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkan salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya.” (33:56)

Teringat lagi masa sekolah ugama dulu-dulunya, kitani belajar sejarah, yang mana Rasulullah di lahirkan pada hari Isnin, 12hb Rabi’ul Awwal, Tahun Gajah. Which reminds me of a Surah where Allah ceritakan perihal Tahun Gajah:  SurahAl-Fiil.

“Tidakkah engkau mengetahui bagaimana Tuhanmu telah melakukan kepada angkatan tentera (yang dipimpin oleh  pembawa) Gajah, (yang hendak meruntuhkan Kaabah)?

Bukankah Tuhanmu telah menjadikan rancangan jahat mereka dalam keadaan yang rugi dan memusnahkan mereka?

Dan Ia telah menghantarkan kepada mereka (rombongan) burung           berpasuk-pasukan,

Yang melontar mereka dengan batu-batu dari sejenis tanah yang dibakar keras,

Lalu Ia menjadikan mereka hancur berkecai seperti daun-daun               kayu yang dimakan ulat.”
(105:1-5)

This was one of the best stories yang cigu ugama dulu ceritakan arah kami. *Alhamdulillah, cigu ugama blogger dulu jenis yang suka bercerita. But sadly I don’t remember her name. May Allah grant her Jannah. Aamiin* Kan zaman kanak-kanak bila diceritakan kisah-kisah cemani, jiwa kanak-kanak atu develop dengan idea-idea baru and durang mula membayangkan cemana usulnya banar-banar. 

I remember almost semua dalam kelas kami atu tanya bermacam-macam soalan arah cigu. Curiosity tahap gaban punya pasal. Tapikan during this stage of child development, yatah masa-masanya kitani ceritakan sirah-sirah nabi. Pasal apa? Supaya rasa kagum pada kekuasaan Allah atu tertanam sedari awal lagi. Kan sel-sel otak baru berhubung~~ Supaya as they grew up, bertambah lagi rasa kechentaan kepada Allah, malaikat-malaikat, rasul-rasul and nabi-nabi Nya.

With this, iman atu kan lekat dari awal and they will understand their responsibilities on this earth dari damit lagi. Beribadah kepada-Nya and also menjadi khalifah. Jadinya anak-anak ani ada arah arah tuju, ada misi kan durang buat semasa hayat durang and ada cita-cita yang bukan setakat di dunia, cita-cita durang ani menjangkau level ke akhirat jua! AllahuAkbar. This is as a reminder for me jua. 

#Day9 #GoalMendidikMyFutureUltraSonsAndDaughthers


RrJ

Sunday, 11 December 2016

31 Days Of Gratitude #Day8

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

Today too, I am going to share a picture. Kirakan kontinuasi *adakah perkataan ani?* dari post semalam and the day before.


#Day8 #CauseHeKnowsWhoIsBestForUs 


RrJ

Photo credits to owner

Saturday, 10 December 2016

31 Days of Gratitude #Day7

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

I think beberapa posts sebelum-sebelum ani, I have mentioned few Ultras yang inda kurang istimewanya jua dalam my life. Alhamdulillah through and through, Dia bagi diri ani bertemu dengan dorang-dorang ani. Yalah, hadirnya durang ani, banyak impaknya arah diri. They are one of my ‘energy drinks’ yang banyak membantu diri ani membina and membentuk seorang manusia yang bernama Ultra-RrJ *aiseh, perasan pulak blogger ni eh*.

Yang dikatakan family atu sebenarnya bukan limited edition to adik beradik kitani saja tapi sahabat-sahabat  terchenta yang membuatkan kitani rasa at home atu lah jua dipanggil family. *wink*  Kan kitani ani as Muslims are all bersaudara. Buktinya:

“Sebenarnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara maka damaikanlah di antara dua saudara kamu (yang bertelingkah) itu, dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beroleh rahmat.” (49:10)

For the past few years, inda dinafikan banyak insan yang hadir and also pergi. Some of them, inda kurangnya jua banyak mengukir memori yang indah, yang so-so dan yang kurang indah pun ada jua. Alhamdulillah. Now, we get to the age where kitani memerlukan somebody yang sanggup stay, yang not just jadi sahabat di masa present tapi sahabat masa future, sahabat hingga ke ‘sana’. 

Yang kita perlukan sahabat yang buatkan iman kitani elevates, yang bahagia kitani, bahagianya and duka kitani, dukanya and vice versa. Sahabat yang indakan malu untuk tagur kesalahan kitani, yang mahu lihat kitani berjaya bersama dengannya. These are the kinds of people yang worth staying by our sides and worth fighting for. Please, kawan, when we already have these people, don’t take them for granted.

In addition jua, bagi yang sudah berpasangan. Be grateful to have met your beloved spouse. Accept whatever imperfections he/she has because you are the one that makes up for their imperfections. Allah made both of you untuk menyempurnakan kekurangan yang ada pada diri masing-masing. Always cherish them and may Allah bless your love till Jannah.

To those yang belum ketemuan sama your other half, chill aje ye~ Adalah masanya yang tepat dan tempatnya yang tepat Allah bagi for you to meet him/her. Jangan karit doa and don’t lose hope. Kalau inda jumpa di sini, maybe di ‘sana’. So senyum~

#Day7 #macamAdaAuraCheesy #maap #macamPointAdaKeLaut 


RrJ