RSS

Friday, 15 April 2016

Diari 5

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh..

Berhari-hari sudahberlalu sejak aku meninggalkan bumi aman tempat kelahiran jasad ku *aiseh, mau pujangga lah sangat*. Alhamdulillah thumma Alhamdulillah~~ pada usia almost sesuku abad ani, merasalah jua menapakkan kaki ke sebuah negara yang dahulunya aie muda-muda selalu menjadi Khayalan Mat Jenin ku, iaitu Bumi Matahari Terbit. Ingin rasanya bercakap mengenai tempat ani and mungkin jua a lil’ bit of what I’ve been through just before this journey of mine started. *Uhuk-uhuk, mau-mau jua inglis lacis-lacis*

Since catatan kali ani cuma mengenai blogger so please jangan lah tiba-tiba ada yang kan humban buah durian arah laptop or watevaa devices yang abiskita gunakan untuk membaca post yang poyo kali ani. Ingatlah pada orang-orang yang terchayang~ *mmmkaaayyy*

The hardest part of leaving your homeland is always pasal kitani tahu we will be apart from our Ultra-family. *well, at least for me, ani lah perkara yang paling berat sekali* Why berat? Pasal ultra-family lah yang selalu ada whenever I need them. Walaupun adalah masanya bertapok bertampar dengan ultra-siblings tapi atu cumalah rempah-ratus adabi untuk menyamankan lagi masakan silaturrahim ku dengan insan-insan terchenta ani. Blood is thicker than water *of course. Tapi macam lain saja phrase atu but either way mungkin paham kali abiskita apa yang ku cuba sampaikan*

Solat awal waktu. Jangan lalai. Ingati pesanan ummi. Jangan bolah. Doa banyak-banyak. Jangan nangis.”  (Ultra-Ummi, 2016)

Banyak berselawat.” (Ultra-Abi, 2016)

Pesanan the Ultras yang sudah menjadi tanggungjawab ever since kaki yang berat ani melangkah pergi dari ruangan departure airport tanahair. Kaki sudah berat, apatah lagi hati kan? Kalaulah hati ani berjasad, konfem, ea kan mau tinggal saja. Biar tubuh bergerak dengan sendirinya. Haaaaaa~ imaginasi banar. Cara memujuk hati is hanya with telling myself that everything is going to be okay. Allah will keep everyone safe so let’s just serahkan segalanya pada-Nya.

Before leaving my hometown, inda dinafikan adalah kecelaruan perasaan seketika yang menyebabkan diri ani merasa kurang enak. Tahap bila makan gula-gula pun macam makan garam rasanya *belabih*. Believe it or not, perasaan cematu mampu membuat air mata berlinangan dan sejujurnya aku amatlah tidak menyukainya. Mau tau apa perasaan tersebut?? Yalah, biarlah rahsia. Kahkahkah. One thing for sure, rasanya seperti ingin di buang jauh saja, kerana ianya mampu menghancurkan sebilah hati yang serapuh kaca. Esehmen, sediakan beg plastik, takut termuntah.

                “Do you trust me?,” tanya kanojyo itu.

                “In shaa Allah. Do you trust me?,” the reply.

                “Yes, I do,” dengan confident dan penuh kepercayaan.

Random kan? Well, that’s the point. But ianya satu perasaan yang kalau boleh ditanam bagi baja, di beri oxygen dan carboon dioxide secukupnya, penjagaan yang cukup rapi dan bila sampai masanya in shaa Allah, ianya akan berbunga mekar. Semekar sakura di musim bunga. Dalam His redha~ Pujangga much. Ja, Owarimashou~

RrJ


0 comments:

Post a Comment