RSS

Wednesday, 18 November 2015

Kalau rasa Gumbira~~~

Assalamua'laikum WaRahmatullahi WaBarakatuh,

A-a-achooo~~!! Alhamdulillah. Behabuk jua blog ani. *lap-lap hidung* *liat kiri kanan* *ok, inda kurang point* Sudah berbulan-bulan jari jemari yang indalah gemalai sangat ani, inda menulis post. Memang kalau kan di type in semua sebab musabab kenapa kejadian ani berlaku, konfem para readers rasa macam kan humban kuali tarus arah ku. *betapuk belakang sofa panjang* Just in case, curiosity para readers atu melambung tahap awan yang terpilu *ciplak lagu*, antara reason nya is because……………… busy. *sambut kuali yang kana humban* *kuali yang inda tesambut tepaksa dielak dengan pantas* *tapi ada satu kuali mengenai sasaran dan tiba-tiba..* Aduh! Kedundung punya kuali!

Di post yang kali ani, mungkin aku kan bercerita sikit pasal kehidupan. *aisehmen, jaga, start tia blogger kan merepek* Pada suatu hari, cuaca di luar amatlah manith sampaikan matahari sempat mengirim wink pada diri yang sedang menikmati keindahan buah mangga di luar pagar *nyaman sulnya mangga atu, mun di cacah kicap pedas, nyaman sehingga membuat muka masam*. Sedang aku berjalan dengan girangnya menuju ke satu tempat, yang mana tempat tersebut didiami oleh ramai species buku-buku yang dengan disiplinnya tersusun di dalam almari yang bukan kaca *awu bah, maktabah/ toshokan/ library lerr*, aku terserempak dengan satu benda yang membuatkan mata berpinar dan jantung berdebar! AHHHHH! CICAK! Aku tekinjat! *okay, kurang point*

Sebenarnya cerita di atas cuma introduction saja. Purposenya hanyalah untuk meramaikan blog post kali ani. “Okay, usulnya kitani buang saja blogger ani ke Lautan Hindi. Biar ya bekawan sama piranha! Biar!” *eh, Lautan Hindi ada piranha ke??*. Sabo! Sabo. Apa-apa ani, kita bawa bertenang. Haha.

‘Ana liat, enti ani happy semacam saja ari ani. Ada something ni~~  kaymon, spill it out.’

‘Ahai, nada papalah. Macam biasa saja. Huehue’

‘Bukan jua, enti macam salah makan saja. Ter-overdose hyper. Ada kali ni~’

‘Wowowow. Banar, ana biasa-biasa je. Cuma ada sedikit rasa kagum lah arah beberapa orang yang ada disekeliling ana ani’

‘Kajap, Ukht. Siapa ni? Menggegarkan keimanan di dada or men- top-up?’

‘Aaah. Jangan risau, in shaa Allah. Men- top-up.’

‘Alhamdulillah… bh, kaymon, spill it out!’

‘Kan, enti punya tactic atu… mahal…’

Dalam masa beberapa hari, kekaguman atu menebal di jiwa ani. I know, rasa kagum yang melampau hanyalah untuk Dia. Somehow, rasa kagum gini membuatkan rasa kechentaan atu di dada makin menjadi-jadi. Menular bagai penyakit berjangkit yang pengubatnya adalah Dia. Balik-balik kata “MasyaaAllah, wow!”. Apsal ni, sis? Pasal Allah bagi jumpa dengan ‘mereka’.  Pasal terasa teguran Dia melalui ‘mereka’.

Kegembiraan. Di saat seseorang yang kau kenal atu senyum, walaupun ketika atu kau dalam kesedihan. That is the paling highest level of happiness! Highest virtue. Kegembiraan ani jua adalah sesuatu yang abstract!” (Ultra- Jayze, 2015)

Happiness~ if only we can see and touch it, rasanya kitani indakan mau melepaskannya kan? Pasal mustahil manusia dalam bumi ani mau merasa sedih selamanya. Tapi kan… kenapa kita kenal makna bahagia, gumbira, riang, ceria? Because kitani tau dah apa rasanya sedih, duka, pilu, terluka, aduh… kedundung punya kuali. *masih lagi dengan kuali tadi* Antara perkara-perkara yang dapat membuatkan kitani gembira tahap high is bila kitani di’jodoh’kan dengan sahabat-sabahat yang MasyaaAllah virtuous. Semua kata-kata dan perilaku nya menyebabkan kitani merenung kuasa and ilmu Ilahi. That’s just how easy we can get happiness. *at least one of the way*

Happiness is kawan. Kawan yang beri kitani rasa ceria. Sama passion and fikirannya with us. Lead us to the right way and menegur kitani kalau kitani go astray. Why do we need them? Pasal we live independently once we step out from our house, survive alone di luar tanpa parents yang kan menagur kalau apa-apa. So kawan yang dengan kitani atu lah happiness kitani~” (Ultra-Hanze, 2015)

Bila kitani jumpa teman-temanyang menyebabkan iman di dada tebal ber-inci-inci or perhaps berat ber-kilo-kilo, apa yang perlu kita buat? Bersyukur lah~ Pasal kita lah antara orang yang paling bertuah pasal dapat dorang di sisi kita. Kalau kan tahu sifat orang atu macam mana, lihatlah cara pergaulannya dengan sahabat-sahabatnya. Plus seorang sahabat, teman, kawan yang baik, inda kan membiarkan diri kitani meluntur, melumpuh. Ea akan pastikan, hala tuju hanya satu… Jannah. Kalau kita sayang, mau rasanya orang yang kita sayang atu pun di ‘sana’ menunggu kita~ atu lah happiness tahap langit ke-7!

Tapi sedihnya kadang-kadang, kita meletakkan happiness atu sebagai satu currency. *bah, start tia kan membebel ni, pencatat ani* Haha, rilek brader and sista… *warning, kalau menusuk ke qalbu, sabo je lah… pasal tidak kena mengena dengan yang hidup dan yang telah pergi* Aku pernah TER-dengar  ayat ani, pada suatu hari, dari seorang hamba yang dulunya sangat ku minati.

Aiseh, rupanya blogger ani pandai jua minat orang. Ingatkan hati kapas tadi, komen si Munah sambil makan pinang. *mmmkaaayyy*

‘Duit dapat di cari, bahagia inda!’ (Tut-tuuut, 2015)

Wah~ murahnya harga bahagia di matanya! Kenapa bahagia di samakan dengan duit? Apakah bahagia dapat dibeli dengan duit?? *soalan retorik yang skema* kenapa??? Mengapa? Memang kalau bali ikan, memang menggunakan duit! *okay… apa connectionnya?* Memang duit dapat dicari, so does bahagia! Eh, wait, you don’t even need to find it pasal semua atu, Allah dah hidangkan di dapan mata kitani! Yang membezakan kitani dengan orang lain, hanyalah the fact that kitani buta melihat happiness atu. Bukan buta mata, hati kita kabur *lajutah buat specs untuk hati kitani~*

Seperti Firman Allah dalam Al-Qur’an:

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang
dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka

dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (22:46)


Seperti ditusuk berkali-kali dengan sembilu bisa! Happiness is when you are grateful to have what you have now because kitani tau semua yang kitani dapat ani adalah anugerah yang Allah bagi. Mungkin semua yang kita ada bukan lah sesuatu yang kita mahu… tetapi pasal ke-Sweet-an Dia, Dia bagi sesuatu yang kita PERLU. Still, pernahkah kitani terfikir, kenapa Allah belum mengabulkan doa kita? That is because ada kemungkinan kitani akan lupa kan Dia kalau kitani dapat benda atu lagi pun~ ani lah cara melatih kitani untuk bersabar~

Kesabaran atu adalah satu keindahan. Jiwa yang sabar atu sendiri macam bunga carnation yang berwarna putih. *aiseh* Chantek, menarek, tertarek and manith jiwa memandang~ Mempunyai kesabaran seindah atu pun sebenarnya satu kegembiraan~ Happiness is making others feel the same kind of happiness (pernah lah jua, aku tulis benda ni dalam muka buku sampaikan rasanya ayat ni sudah menjadi ayat cliché).Happiness bukannya bila kita satisfy our own desires to the point that benda atu menyusahkan orang lain. No!

Happiness jua bukannya ketawa sepanjang masa tahap gigi and gusi kering. Hahuhihahahaha memanjang. Happiness jua bukannya lompat-lompat sampai bergegar Gunung Kinabatangan… Bukan- bukan- bukan. No-no-no!

Definisi happiness yang paling sanang is when you do the things yang Allah suka. Why? Kalau kita realise, everytime we do something that He likes and loves, inda semena-mena, hati berbunga-bunga. Sama rasa macam berada di awangan~ Ada orang tanya, macam mana boleh kita rasa tenang kalau ingat pada Allah? Apabila hati kita dikuasai dengan rasa kechentaan pada-Nya, hati yang kacau jadi tenang…because we know, yang memegang hati kita is Him. Sama kita tau jua, yang Dia sayang kita melebihi rasa sayang makhluk yang ada di dunia~ So… Penchenta setentunya akan cherish sesuatu yang dichentanya kan? Cematulah jua Dia. Malah Dia akan men-cherish tahap makhluk indakan dapat menandingi rasa chenta yang Ea curahkan.

Oh right… kita akan berjumpa lagi di lain episode… *hakikatnya pasal pencatatnya sudah out of topic, mmmkay*

Untuk menghiasi laman yang berhabuk ani, aku bagi satu status muka buku yang pernah aku share ketika kerandoman menjelma...


RrJ








0 comments:

Post a Comment