Assalamua'laikum
WaRahmatullahi WaBarakatuh,
A-a-achooo~~!! Alhamdulillah. Behabuk jua blog ani. *lap-lap
hidung* *liat kiri kanan* *ok, inda kurang point* Sudah berbulan-bulan jari
jemari yang indalah gemalai sangat ani, inda menulis post. Memang kalau kan di
type in semua sebab musabab kenapa kejadian ani berlaku, konfem para readers
rasa macam kan humban kuali tarus arah ku. *betapuk belakang sofa panjang* Just
in case, curiosity para readers atu melambung tahap awan yang terpilu *ciplak
lagu*, antara reason nya is because……………… busy. *sambut kuali yang kana humban*
*kuali yang inda tesambut tepaksa dielak dengan pantas* *tapi ada satu kuali
mengenai sasaran dan tiba-tiba..* Aduh! Kedundung punya kuali!
Di post yang kali ani, mungkin aku kan bercerita sikit pasal
kehidupan. *aisehmen, jaga, start tia blogger kan merepek* Pada suatu hari,
cuaca di luar amatlah manith sampaikan matahari sempat mengirim wink pada diri
yang sedang menikmati keindahan buah mangga di luar pagar *nyaman sulnya mangga
atu, mun di cacah kicap pedas, nyaman sehingga membuat muka masam*. Sedang aku
berjalan dengan girangnya menuju ke satu tempat, yang mana tempat tersebut
didiami oleh ramai species buku-buku yang dengan disiplinnya tersusun di dalam
almari yang bukan kaca *awu bah, maktabah/ toshokan/ library lerr*, aku
terserempak dengan satu benda yang membuatkan mata berpinar dan jantung
berdebar! AHHHHH! CICAK! Aku tekinjat! *okay, kurang point*
Sebenarnya cerita di atas cuma introduction saja. Purposenya
hanyalah untuk meramaikan blog post kali ani. “Okay, usulnya kitani buang saja
blogger ani ke Lautan Hindi. Biar ya bekawan sama piranha! Biar!” *eh, Lautan
Hindi ada piranha ke??*. Sabo! Sabo. Apa-apa ani, kita bawa bertenang. Haha.
‘Ana liat, enti ani happy semacam
saja ari ani. Ada something ni~~ kaymon,
spill it out.’
‘Ahai, nada papalah. Macam biasa
saja. Huehue’
‘Bukan jua, enti macam salah makan
saja. Ter-overdose hyper. Ada kali ni~’
‘Wowowow. Banar, ana biasa-biasa
je. Cuma ada sedikit rasa kagum lah arah beberapa orang yang ada disekeliling
ana ani’
‘Kajap, Ukht. Siapa ni?
Menggegarkan keimanan di dada or men- top-up?’
‘Aaah. Jangan risau, in shaa
Allah. Men- top-up.’
‘Alhamdulillah… bh, kaymon, spill
it out!’
‘Kan, enti punya tactic atu…
mahal…’
Dalam masa beberapa hari,
kekaguman atu menebal di jiwa ani. I know, rasa kagum yang melampau hanyalah
untuk Dia. Somehow, rasa kagum gini membuatkan rasa kechentaan atu di dada
makin menjadi-jadi. Menular bagai penyakit berjangkit yang pengubatnya adalah
Dia. Balik-balik kata “MasyaaAllah, wow!”. Apsal ni, sis? Pasal Allah bagi
jumpa dengan ‘mereka’. Pasal terasa
teguran Dia melalui ‘mereka’.
“Kegembiraan. Di saat seseorang
yang kau kenal atu senyum, walaupun ketika atu kau dalam kesedihan. That is the
paling highest level of happiness! Highest virtue. Kegembiraan ani jua adalah
sesuatu yang abstract!” (Ultra- Jayze, 2015)
Happiness~ if only we can see and
touch it, rasanya kitani indakan mau melepaskannya kan? Pasal mustahil manusia
dalam bumi ani mau merasa sedih selamanya. Tapi kan… kenapa kita kenal makna
bahagia, gumbira, riang, ceria? Because kitani tau dah apa rasanya sedih, duka,
pilu, terluka, aduh… kedundung punya kuali. *masih lagi dengan kuali tadi* Antara
perkara-perkara yang dapat membuatkan kitani gembira tahap high is bila kitani
di’jodoh’kan dengan sahabat-sabahat yang MasyaaAllah virtuous. Semua kata-kata
dan perilaku nya menyebabkan kitani merenung kuasa and ilmu Ilahi. That’s just
how easy we can get happiness. *at least one of the way*
“Happiness is kawan. Kawan yang
beri kitani rasa ceria. Sama passion and fikirannya with us. Lead us to the
right way and menegur kitani kalau kitani go astray. Why do we need them? Pasal
we live independently once we step out from our house, survive alone di luar
tanpa parents yang kan menagur kalau apa-apa. So kawan yang dengan kitani atu
lah happiness kitani~” (Ultra-Hanze, 2015)
Bila kitani jumpa teman-temanyang
menyebabkan iman di dada tebal ber-inci-inci or perhaps berat ber-kilo-kilo,
apa yang perlu kita buat? Bersyukur lah~ Pasal kita lah antara orang yang
paling bertuah pasal dapat dorang di sisi kita. Kalau kan tahu sifat orang atu
macam mana, lihatlah cara pergaulannya dengan sahabat-sahabatnya. Plus seorang
sahabat, teman, kawan yang baik, inda kan membiarkan diri kitani meluntur,
melumpuh. Ea akan pastikan, hala tuju hanya satu… Jannah. Kalau kita sayang,
mau rasanya orang yang kita sayang atu pun di ‘sana’ menunggu kita~ atu lah
happiness tahap langit ke-7!
Tapi sedihnya kadang-kadang, kita
meletakkan happiness atu sebagai satu currency. *bah, start tia kan membebel
ni, pencatat ani* Haha, rilek brader and sista… *warning, kalau menusuk ke
qalbu, sabo je lah… pasal tidak kena mengena dengan yang hidup dan yang telah
pergi* Aku pernah TER-dengar ayat ani,
pada suatu hari, dari seorang hamba yang dulunya sangat ku minati.
“Aiseh, rupanya blogger ani pandai
jua minat orang. Ingatkan hati kapas tadi,” komen si Munah sambil makan pinang.
*mmmkaaayyy*
‘Duit dapat di cari, bahagia
inda!’ (Tut-tuuut, 2015)
Wah~ murahnya harga bahagia di
matanya! Kenapa bahagia di samakan dengan duit? Apakah bahagia dapat dibeli
dengan duit?? *soalan retorik yang skema* kenapa??? Mengapa? Memang kalau bali
ikan, memang menggunakan duit! *okay… apa connectionnya?* Memang duit dapat
dicari, so does bahagia! Eh, wait, you don’t even need to find it pasal semua atu,
Allah dah hidangkan di dapan mata kitani! Yang membezakan kitani dengan orang
lain, hanyalah the fact that kitani buta melihat happiness atu. Bukan buta
mata, hati kita kabur *lajutah buat specs untuk hati kitani~*
Seperti Firman Allah dalam
Al-Qur’an:
“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai
hati yang
dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai
telinga yang dengan itu mereka
dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah
mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (22:46)
Seperti ditusuk berkali-kali dengan sembilu bisa! Happiness is when you
are grateful to have what you have now because kitani tau semua yang kitani
dapat ani adalah anugerah yang Allah bagi. Mungkin semua yang kita ada bukan
lah sesuatu yang kita mahu… tetapi pasal ke-Sweet-an Dia, Dia bagi sesuatu yang
kita PERLU. Still, pernahkah kitani terfikir, kenapa Allah belum mengabulkan
doa kita? That is because ada kemungkinan kitani akan lupa kan Dia kalau kitani
dapat benda atu lagi pun~ ani lah cara melatih kitani untuk bersabar~
Kesabaran atu adalah satu keindahan. Jiwa yang sabar atu sendiri macam
bunga carnation yang berwarna putih. *aiseh* Chantek, menarek, tertarek and
manith jiwa memandang~ Mempunyai kesabaran seindah atu pun sebenarnya satu
kegembiraan~ Happiness is making others feel the same kind of happiness (pernah
lah jua, aku tulis benda ni dalam muka buku sampaikan rasanya ayat ni sudah
menjadi ayat cliché).Happiness bukannya bila kita satisfy our own desires to
the point that benda atu menyusahkan orang lain. No!
Happiness jua bukannya ketawa sepanjang masa tahap gigi and gusi kering.
Hahuhihahahaha memanjang. Happiness jua bukannya lompat-lompat sampai bergegar Gunung
Kinabatangan… Bukan- bukan- bukan. No-no-no!
Definisi happiness yang paling sanang is when you do the things yang
Allah suka. Why? Kalau kita realise, everytime we do something that He likes
and loves, inda semena-mena, hati berbunga-bunga. Sama rasa macam berada di
awangan~ Ada orang tanya, macam mana boleh kita rasa tenang kalau ingat pada
Allah? Apabila hati kita dikuasai dengan rasa kechentaan pada-Nya, hati yang
kacau jadi tenang…because we know, yang memegang hati kita is Him. Sama kita tau
jua, yang Dia sayang kita melebihi rasa sayang makhluk yang ada di dunia~ So… Penchenta setentunya
akan cherish sesuatu yang dichentanya kan? Cematulah jua Dia. Malah Dia akan
men-cherish tahap makhluk indakan dapat menandingi rasa chenta yang Ea
curahkan.
Oh right… kita akan berjumpa lagi di lain episode… *hakikatnya pasal pencatatnya
sudah out of topic, mmmkay*
Untuk menghiasi laman yang berhabuk ani, aku bagi satu status muka buku yang pernah aku share ketika kerandoman menjelma...
RrJ

