ASSALAMUALAIKUM~
Setelah sekian lama panas yang berpanjangan, bumi Brunei dirahmati dengan hujan. Beberapa hari berlalu dengan cuaca yang panasnya Allah saja tahu. Barangkali semua orang yang tinggal di negara ani pun terasa betapa hangatnya cuaca. As soon as menapakkan kaki keluar, macam kana tampar muka rasanya pasal hangatnya, Ya Rabbi.
Masa hujan atu seorang lelaki yang sangat ku sayangi cakap macam ani:
"Haaa! Hujan rahmat ni... Mun batah udah panas, ani namanya ujan rejiki." (Bapa, Ultrafather ku selamanya)
Then aku pun terasalah jua, selama ani, selalukah aku mensyukuri nikmat yang satu ani? Nikmat air yang Allah turunkan ke bumi untuk membasahi segala tumbuh-tumbuhan dan secara tidak langsung jua menyejukkan alam persekitaran? Sampaikan kalau tidur masa hujan, rasa nyamannya.. (Bah, out topik sudah.. huhu)
Aku perasan kalau sekiranya kita lihat turunnya hujan dari awan atu, somehow warnanya yang jernih nampak macam kristal-kristal yang beguguran. Lagi, selama ani, aku appreciate kah kecantikan ciptaan Ilahi? Aku syukuri kah nikmat mata yang Allah bagi sampaikan aku mampu untuk melihat apa yang ada di tanah dan udara sejauh mata ani mampu memandang? Hmm... Malu. Malu rasanya...
Diwaktu Hujan,
10.35 p.m.
RrJ

0 comments:
Post a Comment