RSS

Tuesday, 26 August 2014

Rasa Seorang Ibu

Assalamua'laikum WaRahmatullahi WaBarakatuh,

Alhamdulillah, hari ani ada lah kesempatan untuk mengupdate sedikit. Rasanya sudah lama diri ku ani inda membuat sajak. Jadinya dalam post ku kali ani, ada ku coretkan satu sajak mengenai Ibu. Entah kenapa tiba-tiba mau saja ku membuat.

"Di sana dia duduk memandang tajam,
menanti tapak menunggu pecah,
mengenangkan mereka siang dan malam,
mengira-ngira dimanakah salah.

Di sana jauh dia bekerja kuat,
mengerah peluh sakit ditahan,
lupa tua dek tabahnya semangat,
demi mereka keresahan disimpan.

Di sini semakin dekat jarak tuanya,
memamah wajah mengurang kekuatan,
bila mana terjadi akan kehilangannya,
apakah wajah mereka kerugian kesedihan?

Di sini selalu dia diam menunggu,
apakah harapnya menggunung pecah berjuta,
tapi siang malam berjalan pantas lalu,
apa didapatnya diganda keruhnya airmata.

Di sana mereka menghumban seribu lakaran,
diratah arang dihancur batu-batu api,
dia rela pada langit milik satu Tuhan,
jatuhnya mutiara mata terkuburnya di bumi..."

RrJ


0 comments:

Post a Comment