RSS

Tuesday, 20 September 2016

Bukan Seindah Kayangan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalamualai'kum WaRahmatullahi WaBarakatuh.

Datang-datang, timbul entah dari arah mana, tiba-tiba update blog, apa yang blogger buat? Taip puisi je mampu. Astaga~  Sebenarnya, kalau blogger puts a lot of effort to write everything yang cross otak ani, banyaknya Subhanallah~  Cuma adalah sedikit ketidakmampuan dari segi pembahagian masa yang sekarang ani flow-nya amatlah singkat dan semakin hari blogger semakin tua. So efficiency membuat keraja makin kurang peratusannya *Uhuk2, alasan ini semua poyo!* HASHTAGtanda2penuaan HASHTAGfaktoralam

Ada kisah sebenarnya behind puisi kali ani and why I decided to write and post this one is probably because of… adalah Allahu ‘Alam. Alhamdulillah ‘alaa kulli haal. Just a vague idea lah*not to disappoint my beloved readers, edeh* the event behind this puisi was somewhat unsettling, ada mild-bittersweet tapi all and all ‘it’ helped me a lot. Help me to ‘see’ me, in fact. Guess, whatever He aturkan for the past few months gave me these chills through my spine. In a good way though. May Allah protect our hearts and bless us with love that leads to His mercy and for His sake. Aamiin. :D  

Bukan seindah kayangan,
Wujudnya umpama jernih titik embun cuma,
Adapun sungainya sepi dengan refleksi langit,
Membiru bila dia di tengah,
Menghijau bila dia mencondong,
Gambaran zahirnya bagai lukisan tanpa aestetiknya…

Mendung walau disapa cahaya,
Tidak secerah matahari sinarnya,
Biar ketika musim tertawa,
Tetap bayangnya yang kencang bergembira,
Biar ketika kelam wajahnya,
Tetap bayangnya berbisik mesra…

Bukan seindah kayangan,
Walau dengan pepohon buah epal memerah warnanya,
Setitik bisa yang mampu membunuh,
Pergilah nun jauh mencari penawar,
Di dalam kabus, jauh tersesat di belantara,
Di satu sudut misteri itulah jawapannya…

Tidak mencapai sempurna,
Selamanya tidak akan ke sana,
Walau semegah mana hentakan kaki,
Belum tentu cukup qudrat nya,
Kerana hamba itu bengkok yang susah melurus,
Bila kau keras, dia mematah…
Bila kau lembut, dia bertahan…

Kerana adanya dia bukan seindah kayangan…

RrJ