بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Assalamualai'kum WaRahmatullahi
WaBarakatuh.
Inda sangka kaki ku masih lagi kuat memijakkan tapaknya di
bumi masa bulan Oktober ani. *eseh, dramatik lah katakan* Memang inda
dinafikan, apa lah sangat pencapaian yang telah ku buat sepanjang almost 10
bulan berada di tahun 2016. Wait, wait, wait. 2016! Kejapnya masa berlalu, wei~
*garu-garu kepala yang inda gatal* Bila direnung-renungkan balik, inda banyak
mana pun pencapaian yang telah diraih.
But Alhamdulillah through and through…
This year diri yang pernah imagine ke negeri Rising Matahari tapi inda pernah
berharap pun dapat ke sana *paling-paling dalam khayalan saja* akhirnya bisa
menghirup udara oksigen di sana. “Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat
Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?” *Nangis banjir*
Buat apa aku type this post sebenarnya? No hal. Cuma kan
share ke-random-an thoughts yang menari-nari di ruangan minda.
“Along! What kind of result is this?,” sambil
melemparkan secara kasar record peperiksaan ke atas meja belajar milik
kanak-kanak yang sedang tekun membaca buku novel Inggeris. Kanak-kanak tersebut
tersentak dek kerana dikejutkan oleh lemparan kasar tersebut. Mukanya berubah
dari tenang menjadi ketakutan. Kanak-kanak tersebut hanya mampu mendiamkan
diri.
“You are such a shame to this family. Anak ngangah mu
dapat 5As tapi Along dapat 4A’s 1B! This is ridiculous; do you know how much
mama and babah spend on you? Your tuition and everything? And you can’t even
get 5A’s! What kind of daughter are you? Dasar inda menganang budi. Pikirnya
sanang kali mencari usin ani.” Ucap ibunya yang wajahnya sudah
kemerah-merahan kerana perasaan marahnya terhadap anak sulungnya. Kanak-kanak
tersebut terus tunduk dan mendiamkan diri kerana dia mengetahui akan akibat
buruk yang terjadi jika dia membalas kata-kata ibunya itu.
Sketsa di atas adalah sedutan dari babak dalam sebuah novel
slice of life yang telah di-hyperbola-kan. Opps. *Ish ish ish, bad, bad*
Expectation. Personally, I think, expecting something is not
wrong tapi bila expectation atu melampau sampaikan orang lain merana, don’t you
think benda atu jadi macam sesuatu yang menyusahkan jiwa raga? This will
definitely menyakitkan both pihak; orang yang expecting and also orang yang
kana expected upon. Untuk menjelaskan lagi my point is that, for instance,
sekiranya kitani menaruh expectation arah seseorang, kitani sebenarnya
membuatkan orang atu indirectly berjanji dengan kitani untuk buat seperti mana
apa yang kitani expect dari durang.
Jadi, kalau orang tersebut inda dapat memenuhi expectation
tani, mulalah kitani meradang, marah, mengganas, geram, sakit hati, tawar hati,
pergi mereput dan bermacam-macam lemon lagi lah. Ani lah negative side-effect
of having expectation on others. Jap, jap. I hope pembaca tahu apa makna
expectation. Expectation is like jangkaan.
“The key to happiness is low expectations. Lower. Nope, even
lower. There you go.”- unknown
Ada orang, Allah lebihkan dalam pemahaman teori not
praktikal and the others handal dalam bab-bab praktikal but not theories.
Handal buat sastera tapi bila di tanya apa dia anatomy muscles, tiba-tiba
perutnya kecut semacam seakan TTR (tak tentu rasa). Handal buat scientific
experiments and buat reports berjela-jela english retis melacis tapi bila buat
karangan ‘Saya sebatang pen’, dia mula talk about material secara saintifik di
perbuat dari apa and bukan for the fun of it. Nampak lah bahawa, Allah cipta
kitani in a win-win situation. Then why kitani over expectation untuk makhluk
lemah macam diri tani? Ask ourselves; are we even perfect to begin with?
Astaghfirullahal’adzhiim.
When talking about expectations ani, in the end, we will
eventually talk about self-worth. We have a certain degree of expectation into
something to the point that, that something rasa pressurised by not meeting
that expectation when in fact, that something is already good enough! *okay,
too many ‘that something’, alamat kana buang ke laut oleh Cigu inglis* Sebagai
contoh, let’s look at magazines nowadays, they promote a specific level of
‘being chantek, menarek, teh tarek, makan kueh bom’ and also ‘being hensem and
buff ala-ala bro-bro gym yg ada 4x2 tingkatan bangunan arah abdomen’. And orang
pedestrian yang cuma level ubi kentang macam saya melihat pun rasa, “this is
probably the definition of beauty~” tapi faktanya, it’s not! So kawan, Allah
dah ciptakan kamu dengan semanith-manith ciptaan. Berbahagialah~~
Look at the mirror, we are good enough. We are pretty/
handsome enough. We are cute enough. Peduli apa dengan expectation orang yang
inda berkesudahan. Manusialah kan, selagi ada mulut untuk berbicara, they won’t
ever stop. When they say, you are not good, the outcome is either to bring you
down or lift you up. So always choose the bright shiny positive sides, make
their expectation or critics as strength; make them as a challenge. *yelah,
selagi expectation atu inda menyalahi hukum syarak!* But never try changing
yourself into somebody else! Cause living a life that is not yours is very
painful. Very hurtful. Very sorrowful. So if kitani kan change sekali pun,
never abandon ourselves. Before we change, cintailah diri sendiri dulu, so that
perubahan yang akan kitani buat atu memang ngam sudah dengan diri tani and In
shaa Allah, lekat dengan kitani. Changing for real, not for fake… *ngeh, apa
kebenda yang aku repekkan ni haaaa??*
“The art of knowing is
knowing what to ignore.” – Rumi
Yup, kitani tau they are talking behind us, kitani tau
durang set expectations on us, but tilik and nilailah mana satu to ignore and
mana satu to take into consideration. This is a trial and error basis kind of
thing. In shaa Allah, we will eventually know how to endure people’s
expectation. Just noting to ourselves as well, never give high expectation onto
something. Set our expectation to Allah! Cause He can give us anything beyond
our imaginations. Isn’t He sweet? Benda yg impossibru for us is possible for
Him, so why fear asking from Him? Don’t be arrogant to Him,
Astaghfirullahal’adzhiim. Ask from Him anything, kan Dia Maha Mendengar and He
is Al-Mujiib (The Granter of Du’aa). Senyum~~
RrJ